Kamis, 11 Desember 2008

IMPLEMENTASI SAP

Pengertian SAP


SAP (System, Andwendungen, Produkte in der Datenverarbeitung) merupakan salah satu dari berbagai jenis Software ERP yang ada dipasaran. Keberadaan SAP didunia bisnis suatu perusahaan sudah tidak asing lagi. Banyak perusahaan yang sudah menggunakan Software SAP. SAP sudah terbukti kemampuannya dalam menangani maslah proses bisnis disuatu perusahaan seperti dapat membantu dalam mencari data-data yang diperlukan, karena sudah tersimpan dalam suatu database jadi pegawai yang membutuhkan data tinggal mengabil data yang dibutuhkan, Intinya SAP dapat membantu mempermudah dan mengefisienkan suatu pekerjaan dan meningkatkan akurasi dan keakuratan dalam mencari data.
SAP memang merupakan software yang mahal, untuk mendapatkan software ini memang membutuhkan biaya yang besar, tetapi biaya yang dikeluarkan sesuai dengan hasil penggunaan SAP. SAP diberikan keapada costumer berupa modul-modul standart, modul tersebut antara lain: Financial Accounting (misalnya General Ledger, Account Receivable, Account Payable, dll), Controlling (Product Costing, Profitability Analysis, dll), Sales, Manufacturing, Material Planning, Purchasing, Payroll, dll. Setiap modul memiliki hubungan sehingga perlu dilakukan pembelajaran yang khusus, karena sering memusingkan user atau konsultanya.


Penerapan SAP


Seperti yang diterngakan tadi bahwa SAP merupakan software yang sudah membumi didalam bisnis suatu perusahaan atau instansi. Dengan lebih dari 44500 instalasi, di lebih dari 17500 customer, di 120 negara (data tahun 2002), SAP telah membuktikan dirinya mampu memenuhi kebutuhan konsumen ERP di seluruh dunia.
Salah satu perusahaan yang sudah menerapkan SAP adalah Perodusen roti PT Nippon Indosari Corpindo (NIC). PT Nippon Indosari Corpindo (NIC) berniat untuk meningkatkan kinerja operasional bisnisnya khusus untuk industry CPG (Consumer Packaged Goods) maka PT Nippon Indosari Corpindo (NIC) menggunakan SAP dan tergabung dalam paket SAP Best Practices, yang merupakan paket khusus dari SAP.
Manfaat dari diterapkannya SAP Best Practies bagi produsen 'Sari Roti' dan 'Boti' tersebut antara lain bisa meningkatkan efisiensi pengelolaan sistem informasi, menyederhanakan dan mengintegrasikan proses bisnis, serta memperbaiki proses pengambilan keputusan bisnis.
PT Nipon Indosari Corpindo memiliki upaya menggulirkan perubahan pada semua aspek bisnis sesuai visi, misi, target, strategi dan nilai-nilai perusahaan, maka Alex Honki, Project Manager PT Nippon Indosari Corpindo menerapkan proyek SAP Best Practices.
Masalah yang dihadapi NIC adalah pada sistem teknologi informasi, NIC menghadapi persoalan dari proses bisnis yang tidak terintegrasi, memiliki banyak database sementara transaksi pada umumnya masih dijalankan secara manual, melalui program sendiri-sendiri.
NIC memilih mengikuti SAP Best Practices karena dinilai mampu mempercepat proses perubahan tersebut. Kelengkapan praktik terbaik di industri, manfaat langsung dari implementasi, total biaya kepemilikan dan tingkat pengembalian investasi serta risiko yang rendah juga menhadi pertimbangan perusahaan tersebut.
SAP Best Practices yang digunakan NIC adalah FastCPG yang dirancang khusus untuk industri CPG. Paket ini merupakan pondasi untuk menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dengan konfigurasi standar namun masih menyisakan cukup ruang untuk penyesuaian khusus.
Salah satu kemampuan FastCPG yang terkait erat dengan operasional adalah menyediakan peta aliran proses bisnis sehingga memudahkan integrasi. FastCPG juga memuat berbagai macam skenario bisnis dan mampu menangani proses peralihan data dari sistem sebelumnya.
Proyek penerapan FastCPG di NIC dilakukan PT Metrodata Electronics Tbk selama lima bulan ditambah satu bulan untuk dukungan, dimulai pada 31 Juli 2006 dan beroperasi secara penuh pada 2 Januari 2007.
Manfaat bisnis dari penerapan FastCPG tersebut adalah proses bisnis yang terintegrasi, pengelolaan sistem teknologi informasi yang lebih mudah, pengawasan proses yang lebih baik, mengurangi pekerjaan administrasi, dan mengurangi SDM rata-rata 1,86% secara keseluruhan.
"Bahkan ada satu divisi yang bisa mengurangi SDM hingga 23%. Manfaat lain adalah karyawan di tingkat supervisor bisa lebih fokus pada kegiatan analisa ketimbang menangani administrasi dan transaksi," kata Alex



Source :

http://www.trendigital.com/Website/News.aspx?id=4

http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4150&Itemid=593

http://bayusastra.blogsome.com/2006/08/30/artikel-tentang-sap-belajar-yukk/



Nim : 23060130

Nama : Bangun Pramudita

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar